PERAN BENJAMIN FRANKLIN DALAM PENEMUAN LENSA BIFOKAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP OPTOMETRI MODERN
Keywords:
Benjamin Franklin, Lensa Bifokal, Optometri Modern, Sejarah Optometri, SLRAbstract
Penemuan lensa bifokal oleh Benjamin Franklin pada akhir abad ke-18 menjadi tonggak penting dalam sejarah optometri dan teknologi koreksi penglihatan. Berangkat dari kebutuhan personal Franklin untuk melihat jauh dan dekat tanpa harus berganti kacamata, ia menciptakan desain inovatif yang menggabungkan dua fungsi dalam satu lensa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kontribusi ilmiah Franklin dalam penemuan lensa bifokal serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi optik dan praktik optometri modern. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 27 publikasi yang diterbitkan antara tahun 1950 hingga 2024, dengan tahapan seleksi mengikuti protokol PRISMA dan sumber data dari Google Scholar, PubMed, dan JSTOR. Hasil analisis menunjukkan bahwa lensa bifokal menjadi fondasi berkembangnya teknologi koreksi penglihatan lain seperti lensa trifokal, progresif, dan adaptif digital. Selain aspek teknologis, warisan Franklin turut membentuk pendidikan dan praktik optometri kontemporer, khususnya dalam pengajaran desain lensa dan pendekatan pelayanan berbasis pasien. Filosofi Franklin tentang kenyamanan visual dan efisiensi juga mengilhami model praktik klinis yang lebih humanistik. Dengan demikian, penemuan ini bukan hanya berpengaruh secara teknis, tetapi juga historis dan konseptual dalam pengembangan identitas profesi optometris. Institusi pendidikan optometri disarankan mengintegrasikan sejarah dan kontribusi tokoh-tokoh seperti Franklin dalam kurikulum sebagai upaya menanamkan nilai inovasi dan profesionalisme.
