EKSPLORASI PERAN FARMAKOLOGI MATA DALAM MENURUNKAN RISIKO INFEKSI PASCAOPERASI KATARAK
Keywords:
Farmakologi mata, Infeksi pascaoperasi, antibiotik, antiinflamasi, katarakAbstract
Katarak merupakan penyebab utama kebutaan yang dapat diatasi melalui operasi katarak. Namun, infeksi pascaoperasi seperti endoftalmitis tetap menjadi tantangan serius dalam bidang oftalmologi. Strategi farmakologi, termasuk antibiotik profilaksis (intrakameral atau topikal) dan antiinflamasi (steroid dan NSAID), berperan penting dalam menekan risiko infeksi. Namun, pendekatan optimal masih diperdebatkan, terutama terkait pilihan rute pemberian antibiotik, kombinasi terapi, dan ancaman resistensi antibiotik akibat penggunaan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis yang membahas farmakologi mata dalam pencegahan infeksi pascaoperasi katarak. Hasil analisis menunjukkan bahwa intrakameral (misalnya moksifloksasin dan cefuroxime) lebih efektif dalam menekan angka kejadian endoftalmitis dibandingkan dengan antibiotik topikal, dengan penurunan risiko mencapai 85-95%. Selain itu, penggunaan antiinflamasi steroid dan NSAID terbukti membantu mengurangi inflamasi dan mempercepat pemulihan pasien pascaoperasi. Namun, masih terdapat kesenjangan penelitian, terutama terkait efektivitas jangka panjang kombinasi antibiotik dan antiinflamasi, serta dampak resistensi antibiotik khususnya terhadap fluoroquinolone dalam keberlanjutan terapi. Kesimpulannya, farmakologi mata memiliki peran sangat penting dalam menurunkan risiko infeksi pascaoperasi katarak dan penggunaan antibiotik intrakameral direkomendasikan sebagai standar pencegahan infeksi. Kombinasi dengan antiinflamasi berpotensi untuk meningkatkan hasil klinis, tetapi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan penggunaannya. Resistensi antibiotik menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan strategi farmakologi mata ke depan.
