TREN EPIDEMIOLOGI KASUS MIOPIA DI INDONESIA : STUDI KASUS ANALISIS DATA SEKUNDER

Authors

  • Nurrul Ainy Akademi Optometri Yogyakarta, Indonesia

Keywords:

miopia, epidemiologi, tren kesehatan mata, analisis data sekunder, indonesia

Abstract

Miopia meningkat secara global, khususnya di Asia dan Indonesia, dengan WHO
memperkirakan 50% populasi dunia akan mengalaminya pada 2050. Di
Indonesia, peningkatan ini didorong oleh paparan perangkat digital berlebihan,
perubahan pola hidup, dan kurangnya edukasi kesehatan mata. Namun, studi
epidemiologi terkait tren miopia di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini
bertujuan menganalisis tren tersebut melalui analisis data sekunder dari
laporan kesehatan nasional, jurnal terindeks Scopus dan SINTA, serta publikasi
WHO dan Kemenkes RI. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, dengan hasil
disajikan dalam grafik untuk menggambarkan pola penyebaran miopia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi miopia di Indonesia
mengalami peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir, dari 22,1%
pada tahun 2018 menjadi 30,5% pada tahun 2023. Peningkatan ini lebih
dominan pada anak-anak usia sekolah dan remaja, dengan angka kejadian yang
lebih tinggi di daerah perkotaan dibandingkan pedesaan. Beberapa faktor
utama yang berkontribusi terhadap peningkatan angka kejadian miopia di
Indonesia meliputi paparan layar digital yang berlebihan, kurangnya aktivitas
luar ruangan, pola konsumsi gizi yang tidak seimbang, dan disparitas layanan
kesehatan mata antara perkotaan dan pedesaan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa miopia menjadi
tantangan kesehatan mata yang perlu mendapatkan perhatian serius di
Indonesia. Peningkatan angka kasus miopia yang signifikan dalam lima tahun
terakhir mengindikasikan perlunya strategi pencegahan yang lebih
komprehensif dan berbasis bukti. Upaya intervensi yang dapat dilakukan
meliputi edukasi kesehatan mata bagi anak-anak, kebijakan regulasi
penggunaan perangkat digital, serta peningkatan akses layanan kesehatan
mata, terutama di daerah pedesaan.

Downloads

Published

2025-12-16

Issue

Section

Articles

Citation Check