ANALISIS FAKTOR RISIKO RETINAL VEIN OCCLUSION (RVO) BERDASARKAN STUDI EMPIRIS
Keywords:
faktor risiko, gangguan retina, retinal vein occlusion, systematic literatur reviewAbstract
Retinal Vein Occlusion (RVO) merupakan salah satu penyakit vaskular retina yang paling umum setelah retinopati diabetik, dan menjadi penyebab utama kehilangan penglihatan mendadak pada kelompok usia lanjut. Kondisi ini terjadi akibat tersumbatnya aliran darah vena retina sehingga mengganggu sirkulasi darah dan oksigenasi jaringan. Prevalensi RVO secara global terus meningkat, terutama pada populasi lansia dengan komorbiditas metabolik. Oleh karena itu, diperlukan analisis mendalam terhadap faktor risiko yang mendasari terjadinya RVO berbasis literatur ilmiah terkini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA untuk menjamin transparansi dan kualitas seleksi literatur. Data diperoleh dari jurnal terindeks Scopus, PubMed, dan SINTA 1–3, yang diterbitkan tahun 2013-2023, menggunakan kata kunci terkait RVO dan faktor risiko. Proses seleksi meliputi tahap identifikasi, skrining, asesmen kelayakan, hingga sintesis. Sebanyak 42 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik dan deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan hipertensi sebagai faktor risiko paling dominan (85,7%), diikuti diabetes melitus (69%) dan hiperlipidemia (59,5%). Hipertensi kronis meningkatkan tekanan pada dinding pembuluh darah retina yang memicu obstruksi vena. Diabetes dan hiperlipidemia berkontribusi terhadap kerusakan vaskular retina. Usia >60 tahun juga meningkatkan risiko melalui proses degeneratif. Selain itu, gangguan koagulasi darah, termasuk mutasi genetik seperti Faktor V Leiden, berperan utama pada usia muda. Kesimpulannya, RVO dipengaruhi oleh interaksi kompleks berbagai faktor sistemik. Hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, dan usia lanjut menjadi faktor utama yang perlu difokuskan dalam deteksi dini, pencegahan, dan intervensi klinis. Studi ini memberikan landasan ilmiah bagi pengembangan strategi skrining b erbasis risiko.
